Powered By Blogger

Rabu, 25 Februari 2015

Surga Bawah Air NTT (Pulau Alor)


Pulau Alor

Alor adalah surga tersembunyi, khususnya bagi turis mancanegara pencinta wisata bahari. Karena salah satu pulau kecil Indonesia ini memiliki 18 titik selam yang disebut ‘Baruna’s Dive Sites at Alor’. 


Sekilas Alor
Kabupaten Alor di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan wilayah kepulauan yang terdiri dari 20 pulau. Sembilan pulau telah dihuni penduduk yakni Pulau Alor, Pulau Pantar, Pulau Pura, Pulau Tereweng, Ternate, Kepa, Pulau Buaya, Pulau Kangge dan Pulau Kura. Sedangkan 11 pulau lainnya tidak berpenghuni.
Alor adalah sebuah pulau yang terindah di kabupaten ini, bersebelahan dengan Pulau Pantar. Pulau Alor memiliki banyak tempat wisata alam dan budaya yang eksotis. Keindahan pantai, biota lautnya, serta spot terbaik untuk diving menjadi incaran wisman. Kebeningan air laut dengan ikan warna-warni membuat laut Alor terkenal ke seluruh dunia. Bahkan taman laut Alor disebut-sebut terbaik kedua di dunia setelah Kepulauan Karibia. Eksotisme Alor, memiliki taman laut terbaik kedua di dunia.

Transpor ke Pulau Alor
Datang dari Jakarta, Surabaya atau Denpasar, Anda akan sampai ke Alor lewat Kupang. Lion Air, Batavia Air, dan Sriwijaya Air adalah maskapai penerbangan nonGaruda yang melayani rute Jakarta-Kupang dengan harga tiket mulai Rp 700 ribu. Dari Kupang , maskapai TransNusa melayani penerbangan ke Alor setiap hari. Perjalanan ditempuh selama 50 menit, dengan harga tiket antara Rp 350 ribu - Rp 678 ribu. Alor juga bisa dicapai dengan menggunakan kapal feri / PELNI. Kapal Fery melayani rute Kupang - Alor 2 kali dalam seminggu, sedangkan kapal Pelni dari Kupang ke Alor dijadwalkan dua minggu sekali, dengan lama perjalanan 18 jam. Harga tiketnya Rp 90 ribu untuk penumpang dewasa, dan Rp 195 ribu untuk sepeda motor. di sepanjang pantai Kalabahi berderet Pelabuhan / Dermaga Kalabahi baik untuk tempat  berlabuh kapal feri, Kapal Pelni maupun Kapal-kapal Perintis juga kapal Barang. Ada juga berjejer ratusan Perahu - perahu kecil / Armada Semut yang melayani masyarakat dari Kalabahi ke beberapa wilayah di Kabupaten Alor.
Bandara Mali
Bandara perintis ini dibangun tahun 1994, layak dilandasi pesawat jenis Fokker, Twin Otter atau Casa milik Merpati dan Transnusa. Saat menginjak bandara, bersiaplah menerima kondisi bahwa potensi wisata Pulau Alor yang luar biasa tidak berbanding lurus dengan fasilitas dan prasarana yang tersedia. Transportasi umum dari Bandara Mali ke Kota Kalabahi(ibukota Alor) tidak tersedia, sehingga wisatawan harus mencarter travel atau ojek tidak resmi, itupun tak mudah ditemui. Jika beruntung bertemu pengojek, Anda dapat bernegosiasi, tujuan ke Kalabahi atau salah satu penginapan di kota ini berkisar Rp 20 ribu- Rp 30 ribu. Sedangkan jika menumpang mobil travel tarifnya Rp 50 ribu- Rp 100 ribu per orang.

Kota Kalabahi
Inilah ibukota Kabupaten Alor yang memiliki pelabuhan alam sendiri. Kalabahi adalah bahasa Alor yang berarti pohonkesambi yang dulu banyak ditemukan di wilayah kota ini. Tahun 1911 pemerintahan kolonial Belanda memindahkan pusat pemerintahan di Alor yaitu dari Alor Kecil ke Kalabahi.
Untuk menginap, ada beberapa pilihan, dengan tarif kamar mulai Rp 65 ribu untuk tipe ekonomi. Misalnya Hotel Adi Dharma Jalan Martadinata hanya 200 meter dari Pelabuhan Kalabahi, Hotel Melati di sisi barat pelabuhan, dan Hotel Kenari Indah tak jauh dari Hotel Pelangi Indah di Jalan Diponegoro. Sedangkan untuk transaksi perbankan terdapat tiga bank yakni Bank BNI 46, BRI dan Bank NTT.
Di kota kecil ini transportasi umum adalah angkutan kota dan Bus Damri dengan tarif relatif murah yaitu Rp 1000 untuk pelajar, dan Rp 2000 umum. Namun rutenya hanya seputar Kota Kalabahi. Sedangkan angkot, meski memiliki nomor rute, trayeknya berdasarkan permintaan penumpang, mulai dari Rp 50.000 per tujuan.
Di Pasar Tradisional Kaledang, Anda bisa membeli ikan laut seperti kakap merah atau ikan ekor kuning dengan harga sangat murah. Harganya Rp 10.000 untuk setumpuk ikan (isi 4-5 ekor). Bahkan ada yang harga setumpuknya Rp 5.000.
Wisata Alor
Untuk wisata budaya, kunjungi Museum 1000 Moko dan Museum Tenun Ikat. Di Museum 1000 Moko, Anda dapat menjumpai moko terbesar dan asli ditemukan di Pulau Alor yang diberi nama Nekara. Moko adalah warisan nenek moyang Alor sejak zaman perunggu. Bentuknya mirip tabung gendang/tambur dan seluruh permukaanya terdapat relief ukiran. Dahulu digunakan oleh prajurit dalam berperang, ditabuh untuk penyemangat perang. Masyarakat setempat memercayai moko didapat secara gaib, yang muncul kepermukaan dari tanah terpendam. Seiring waktu, moko digunakan untuk ritual upacara adat dan mas kawin (belis). Hingga kini masih ada beberapa suku yang tetap menggunakan moko sebagai mahar.
Tenun Ikat
Melihat proses pembuatan tenun ikat khas Alor adalah wisata budaya Alor yang sangat unik. Setiap suku dan kampung memiliki motif tenun ikat dengan makna filosofis yang berbeda. Desa-desa adat yang kaya warisan budaya patut Anda kunjungi. Seperti desa adat Takpala dan Monbang yang memiliki rumah tradisional lopo dan upacara adat. Begitu beragam dan uniknya suku-suku Pulau Alor ini, sehingga di tahun 1944 sebuah buku berjudul The People of Alor ditulis oleh antropolog asing bernama Dr. Cora Du Bois. Buku ini meneliti keunikan suku-suku di Pulau Alor, berdasarkan penelitiaan pribadi selama 1,5 tahun di pulau ini.
Untuk mencapai kampung-kampung adat ini membutuhkan perjuangan, waktu dan biaya tidak sedikit. Selain lokasinya di pegunungan dengan jalan menanjak dan berbatu, tarif sewa kendaraan jenis off road (hard top) lumayan mahal sekitar Rp 750 ribu perhari.
Untuk wisata alam, ada 20 pulau besar maupun kecil di sekitar Pulau Alor. Salah satunya Pulau Kepa yang berukuran kurang lebih 2 ha. Lokasinya berada di seberang Pelabuhan Kalabahi. Dari pantai Alor Kecil terlihat Tanjung Kepa yang memiliki pasir putih meski tidak luas bibir pantainya.

Menuju Pulau Kepa dari Kalabahi sekitar 45 menit dengan kendaraan bermotor, dilanjutkan dengan menyewa perahu motor milik nelayan. Selain antar-jemput, sampan ini juga melayani rute antar-keliling Pulau Kepa. Tarifnya relatif murah dan bisa negosiasi, mulai dari Rp75 ribu per orang. Daya tarik Pulau Kepa adalah tempat ideal untuk snorkeling dan diving. Untuksnorkeling bisa dilakukan setengah hari, lalu kembali ke Kalabahi. Sedangkan untuk diving membutuhkan waktu lebih lama, karena harus bersampan motor ke lokasi penyelaman. Ada resor di Pulau Kepa bernama Cedric Resort & Bungalow, milik warga negara Perancis yang menyewakan peralatan snorkeling dan divingTarif bungalo kayu di sini antara Rp 150 ribu-Rp 300 ribu per orang. Dan…mayoritas tamu yang menginap adalah bule!

Rabu, 11 Februari 2015

Raja Ampat, Papua



Raja Ampat


Siapa tak mengenal Raja Ampat? Salah satu tempat wisata di Papua ini keindahannya menarik perhatian wisatawan domestik dan mancanegara. Kawasan Raja Ampat ini terdiri dari empat pulau besar yaitu Waigeo, Misool, Salawati, Batanta dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
Raja Ampat memiliki biota laut yang beragam. Menurut laporan dari The Nature Conservancy, sebanyak 75% spesies laut dunia ditemukan di perairan Raja Ampat. Selama menyelam, Anda akan ditemani sekitar 1.511 jenis ikan dan juga penyu laut. Mengasyikan, ya? Meskipun Anda bebas menyelam kapan saja sepanjang tahun di sini, namun waktu terbaiknya adalah pada bulan Oktober dan November. Pada bulan-bulan ini, cuaca sedang bagus dan air sangat jernih sehingga jarak pandang saat menyelam sangat ideal.
Jika tak ingin menyelam, Anda masih bisa menikmati keindahan Raja Ampat dengan melakukan trekking di pulau-pulaunya. Takut tersesat? Tenang. Anda bisa menggunakan jasa pemandu di sini. Pemandu di tempat wisata ini adalah warga setempat yang sehari-harinya berprofesi sebagai nelayan. Jangan lupa membawa buah pinang atau permen untuk diberikan pada warga setempat. Buah pinang dan permen dianggap sebagai tanda persahabatan dan akan membuat Anda lebih akrab dengan mereka.
Di sini, ada banyak suvenir yang bisa Anda beli sebagai oleh-oleh mulai dari patung suku Asmat sampai alat musik dan kain tradisional.
Kepulauan Raja Ampat

BROMO (The Heaven's Of Tengger)





Gunung Bromo merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Terkenal dengan kaldera atau lautan pasir dan kawah yang eksotis, serta pemandangan matahari terbit (Bromo Sunrise Tour)  yang sangat indah
Kawasan Wisata Bromo terletak pada ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut, dan di apit oleh empat kabupaten bagian dari pemerintahan Pripinsi Jawa Timur yakni Kabupaten Malang, Probolinggo, Pasuruan, dan Lumajang.
Ada empat pintu masuk untuk mencapai kawasan Wisata Bromo yaitu  Desa Cemorolawang (Probolinggo), Desa Wonokitri (Pasuruan), Desa Ngadas Tumpang ( Malang) dan Desa Burno (Lumajang).
Kawasan Wisata Gunung Bromo sudah di dukung dengan sarana dan prasarana yang memadai, misal penginapan, hotel, homestay serta transportasi yang mudah di temukan untuk mengunjungi Gunung Bromo
Bagi wisatawan, berkunjung ke gunung Bromo sangatlah istimewa karena  lautan pasirnya yang  luas sekitar10 kilometer persegi mengelilingi  kawah Bromo yang mengepulkan asap putih.
Dari puncak gunung Penanjakan wisatawan  bisa menikmati matahari terbit (sunrise) dan hamparan lautan pasir luas dan pemandangan latar belakang yang indah yaitu gunung Semeru, gunung Bromo dan Gunung Batok. Untuk mencapai puncak Penanjakan para pengunjung biasanya memakai kendaraan mobil Jeep, namun adapula yang nekat mendaki dengan berjalan kaki, dan tentu saja medannya pun tidak mudah.
Ketika sampai di puncak penanjakan rasa lelah dan mengantuk pun jadi hilang (untuk ke penanjakan biasanya start jam 4 pagi dari Hotel sekitar Cemoro Lawang), terbayar dengan pemandangan yang menakjubkan ketika matahari mulai menampakkan sinarnya dari ufuk timur. Ditemani minuman hangat (kopi dan teh), serta jajanan ringan yang di jual di sekitar puncak penanjakan, menikmati indahnya pemandangan di puncak penanjakan terasa sangat lengkap dan tak terlupakan.
Puas menikmati Bromo Sunrise, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan ke kaki gunung bromo. Perjalanan sekitar 1 jam dari Puncak penanjakan dengan mengendarai Jeep yang biasanya di sewakan satu paket antara Puncak penanjakan dan kawah Bromo. Dengan melewati lautan pasir yang membentang sangat luas tentu saja perjalan ke kaki Gunung bromo sangat menyenangkan. Tiba di kaki gunung bromo (parkiran jeep), pengunjung masih melanjutkan perjalanan sekitar 2 km, bisa naik Jeep maupun dengan berjalan kaki dan dilanjutkan menapaki anak tangga yangberjumlah sekitar 250 an.  Sesampainya di puncak Bromo , pengunjung  dapat melihat kawah Gunung Bromo yang mengeluarkan asap putih yang tebal dan tentu saja fenomenal karena jarang ada di Indonesia bahkan di dunia.
kawah gunung bromoSelain menyaksikan keindahan panorama di kawasan Wisata Gunung Bromo – Semeru, Pada hari tertentu masyarakat suku tengger mengadakan upacara adat yang terkenal dengan Upacara Kasodo. Upacara Kesodo merupakan upacara untuk memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit, yaitu dengan cara mempersembahkan sesaji dengan di lemparkan ke kawah Gunung Bromo.
Waktu yang terbaik mengunjungi kawasan Wisata Bromo adalah pada saat musim kemarau antara bulan Mei sampai Oktober karena pengunjung bisa menikmati keindahan panorama gunung bromo dengan sempurna.
Selamat menikmati pesona “surga” yang di letakkan Tuhan di tanah  Gunung Bromo!

Rabu, 04 Februari 2015

Kepulauan Selayar, Sulsel


PULAU SELAYAR




Pulau Selayar merupakan pulau kecil yang berada di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan. Kabupaten ini merupakan kabupaten kepulauan dengan 95 persen daerahnya merupakan perairan. Sisanya, 5 persen terdiri dari 123 pulau dengan 62 pulau yang sudah dihuni. Ibu kota Kabupaten Selayar adalah Kota Benteng.
Perjalanan menuju Pulau Selayar memakan waktu sekitar 10 jam dari kota Makasar. Dimulai dari kota Makasar, Anda harus melakukan perjalanan ke Pelabuhan Tanjung Bira kurang lebih selama 6 jam. Sepanjang perjalanan, Anda dapat melihat bagaimana garam dibuat karena di daerah ini banyak petani garam yang mengolah air laut menjadi garam. Perjalanan dilanjutkan dengan menaiki kapal ferry selama 4-5 jam menuju Pelabuhan Pamatata.

Wisata Budaya

Di Pulau Selayar terdapat beberapa benda bersejarah yang unik. Misalnya, jangkar raksasa yang terdapat di Pantai Padang. Jangkar ini merupakan jangkar kapal besar asal Cina milik saudagar kaya bernama Gowa Liong Hui yang pernah singgah ke pulau ini. Benda bersejarah lainnya adalah Nekara yang berasal dari zaman perunggu. Nekara di pulau ini berbentuk seperti gong dengan gambar bintang, gajah, pohon kelapa, bintang, ikan, katak, burung merak dan bangau di sekelilingnya.
Anda juga dapat melihat bagaimana kebudayaan dan kehidupan masyarakat setempat yang unik. Berada di Pantai Padang, ada perkampungan nelayan sehingga Anda dapat melihat berbagai aktivitas nelayan mulai dari persiapan melaut, berbagai perlengkapan untuk menangkap ikan sampai bagaimana mengolah ikan hasil melaut.
Yang unik lainnya adalah perkampungan Toa Bitombang yang merupakan kampung tertua di pulau ini. Keunikan dari perkampungan ini adalah rumah-rumah beratap bambu dengan penopang kayu yang tinggi dibawahnya sehingga rumah berada di atas permukaan tanah dengan jarak yang cukup tinggi. Topografi desa yang berbukit menciptakan keunikan lain dari penopang ruamh. Misalnya, rumah yang berada pada dataran yang tidak rata, maka dibuat tiang penopang dengan tinggi 2-3 meter pada bagian depan dan tiang penopang dengan tinggi 13-15 meter pada bagian belakang menjadikan rumah ini terlihat unik. Tiang-tiang rumah menggunakan kayu bitti atau holasa yang memiliki kualitas yang baik. Inilah alasan mengapa rumah-rumah di perkampungan ini tetap kokoh walau telah berusia ratusan tahun.
Keunikan lain dari desa ini adalah penduduknya yang sebagian besar sudah berusia lanjut, dengan usia diatas 90 tahun tetapi masih dapat bekerja atau melakukan aktivitas produktif seperti beternak dan berkebun. Suasana desa sangat terasa dari aktivitas penduduk, rumah-rumah, perkebunan atau hewan-hewan ternak milik penduduk.

Wisata Alam

Jika ingin mengunjungi pantai, Pulau Selayar memiliki pantai-pantai dengan pasir putih yang sangat halus. Anda dapat mengunjungi Pantai Pamatata, Pantai Tanaera, Pantai Lansangireng, Pantai Taloiya, Pantai Pabadilang, Pantai Rampang-Rampangan, atau Pantai Labuang Nipaiya. Beberapa pantai memiliki barisan karang tepi (fringing reef) sejauh ratusan meter yang merupakan keunikan pantai di Pulau Selayar. Tepian karang baru dapat terlihat apabila laut sedang surut.